oleh: admin pada: 30/12/2025 21:09

Untung Bukan dari Untanya, Tapi dari Talinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Banyak di antara kita mengira bahwa rezeki hanya datang dari sesuatu yang besar, mahal, dan terlihat mencolok. Padahal dalam Islam, rezeki sering Allah titipkan pada hal-hal kecil yang kita kelola dengan benar.

Ada pelajaran berharga dari sahabat Rasulullah ﷺ, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu. Beliau seorang pedagang sukses. Namun ketika berdagang unta, keuntungan terbesarnya bukan dari untanya—melainkan dari tali unta.

Tali itu dianggap sepele, tetapi dibutuhkan banyak orang, cepat habis, dan terus dicari. Dari situlah keuntungan berulang datang dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.

Hadirin sekalian,
Pelajaran penting bagi kita adalah:
jangan meremehkan peluang kecil. Bisa jadi Allah membuka pintu rezeki bukan dari yang besar, tetapi dari yang kita jalani dengan jujur dan amanah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada.”
(HR. Tirmidzi)

Artinya, Islam tidak melarang kita kaya. Yang dilarang adalah curang dan lalai dari nilai kejujuran.

Maka mari kita luruskan niat, perbaiki cara, dan cari rezeki yang halal. Karena bukan besarnya untung yang utama, tapi besarnya keberkahan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.